Senin, 21 November 2016

SEJARAH STADION DI INGGRIS

SejarahStadionInggrisRyan.blogspot.com


Sejarah Tentang Stadion Sepak Bola di Inggris

Kita mungkin mencintai ​atau membenci stadion atau menerima mereka - tapi bagaimana kita akhirnya bisa mengenal stadion sepak bola? Sejarawan arsitektur sepakbola terkenal, Simon Inglis​,​ menelusuri sejarah pembangunan stadion besar tempat laga-laga besar dihelat...
Silahkan nyalakan televisi anda ketika laga sepak bola berlangsung, anda akan melihat kamera menyorot bangunan stadion yang begitu megah.
Kamera akan memperlihatkan bagian atas stadion hingga ruang ganti pemain.
Tak banyak yang menyoroti sejarah pembangunan stadion sebelum 1990an atau setelah renovasi Hillsbrough, kecuali jika ada kerusuhan hooligan di sana atau jika ada sebuah pembuatan film dokumenter tentang The Kop di Anfield.
Tak banyak yang menyoroti sejarah pembangunan stadion sebelum 1990an atau setelah renovasi Hillsbrough

Meski kebudayaan Yunani dan Roma dahulu sudah membangun bangunan yang serupa stadion, atau mungkin lebih sering disebut arena, ketika Asosias​i ​S​epak ​B​ola pertama kali didirikan pada tahun 1863, tidak ada bangunan yang disebut 'stadion sepak bola'.
Dulu d​i lapangan tempat pertandingan digelar pasti terdapat jalur kereta api di sekitar stadion dan tenda di pinggir ​lapangan ​untuk pemain dan ofisial. ​Paling-paling hanya ada beb​e​rapa kursi kayu.​​ Dulu klub juga hanya menyewa lapangan dalam jangka pendek dan mendirikan kantor pusat mereka sesungguhnya di sebuah pub.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/1872final.jpg?itok=honnPl11
Final Piala FA 1872 di Kennington Oval
Final Piala FA 1872 di Kennington Oval
Era Menyewa: Meminjam Stadion Olahraga Lain
Seiring makin populernya sepak bola, satu-satunya tempat tertutup di mana klub sepak bola mungkin bisa mengakomodasi penonton dalam jumlah banyak adalah dengan menyewa stadion kriket atau atletik yang lebih dulu ada.
Semua final FA Cup dari rentang 1872 hingga 1892  berlangsung di Oval, markas klub Surrey County Cricket Club, kecuali pada satu pertandingan. Pada tahun 1873, ketika tempat itu masih bernama Lillie Bridge yang merupakan lapangan kriket dan atletik di London barat, bersebelahan dengan area tempat sebuah stadion atletik akan dibangun pada 1877, dengan nama Stamford Bridge. (Bahkan setelah Chelsea mengambil alih Bridge pada tahun 1905, lintasan atletik tetap ada sampai tahun 1930-an.)
Semua final FA Cup dari rentang 1872 hingga 1892 berlangsung di Oval, markas klub Surrey County Cricket Club, kecuali pada satu pertandingan.
Dan ketika final 1886 antara Blackburn Rovers dan West Brom harus menggelar laga replay, dengan tidak adanya stadion yang layak, FA memilih Racecourse Ground (arena balapan kuda) di Derby. Seperti namanya, tempat ini terletak di tengah-tengah kota, tapi, yang membingungkan itu juga merupakan lapangan kriket. Derby County bermain di sana sampai mereka pindah pada tahun 1895 ke Baseball Ground, yang telah dibangun enam tahun sebelumnya.
Bahkan setelah FA tidak lagi menggelar final di Oval stadium setlah 1892- di mana jumlah lapangan sepak bola berkembang dari 2.000 menjadi 25.000 lapangan - stadion terbaik yang bisa mereka tempati untuk final 1893  dalah arena atletik di Fallowfield, Manchester. Sebuah rekor penton tercipta dengan 45 ribu orang hadir di laga itu, tapi itu sore yang penuh bencana, dan pemegang tiket tidak bisa mendapatkan kursi mereka.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/1893facupfinal.jpg?itok=bMWXQQva
FInal Piala FA 1893 di Fallowfield, Manchester
Final Piala FA 1890: Membawa "FA" ke "Fallowfield"
Kepemilikan Sendiri: Era Membangun Stadion Sendiri
Apa yang dibutuhkan sepak bola profesional adalah sebuah stadion yang dirancang dengan profesional dan kokoh. Ada tiga faktor yang mendorong lompatan besar ke depan, semua terjadi selama periode 1890-1914.
Pertama, klub mulai membentuk diri menjadi perseroan terbatas. Hal ini memungkinkan mereka untuk menerbitkan saham dan meningkatkan modal yang diperlukan untuk membeli stadion mereka sendiri.
Kedua, berkat industrialisasi, bahan seperti baja yang diproduksi secara massal dan beton lebih tersedia dan terjangkau. Srtidaknya klub-klub mulai bisa mulai membangun stadion besar.
Pada tahun 1895 desain baru dari pintu pagar mulai dipasarkan. Diproduksi di Salford dan disebut Ellison 'Rush Preventive',
Ketiga, pada tahun 1895 desain baru dari pintu pagar mulai dipasarkan. Diproduksi di Salford dan disebut Ellison 'Rush Preventive', perangkat sederhana baru ini memungkinkan klub untuk menghitung dan mengambil uang dari setiap individu yang memasuki stadion mereka, satu per satu, sebelum melepaskan penghalang untuk membiarkan mereka masuk, daripada mengandalkan sistem lama karena harus mempercayakan penjaga untuk mengumpulkan uang dan kemudian menyerahkannya ke klub.
Pintu dengan desain baru ini tidak mencegah penipuan sepenuhnya - tapi setelah dibangun, klub menemukan bahwa pendapatan mereka meningkat. Dan dengan lebih banyak uang di bank, klub lebih mampu dan insentif  untuk mengembangkan lahan mereka demi membangun lapangan modern.
Selama gelombang pertama ini akhirnya berdiri beberapa stadion terkenal seperti Goodison Park , Villa Park, dan tiga stadon raksasa Glasgow, Ibrox Park, Hampden Park dan Celtic Park.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/1898southampton.jpg?itok=2gQx546l
1898: Walikota membuka secara resmi stadion Southampton, The Dell
1898: Walikota membuka secara resmi stadion Southampton, The Dell
Lapangan Besar atau Stadion yang Indah? 
Berperan dalam membantu merancang beberapa stadion ini adalah insinyur Skotlandia, Archibald Leitch, arsitek spesialis sepak bola pertama di dunia. Leitch juga ditugaskan membangun stadion lama Arsenal, Highbury, pada tahun 1913.

REKOMENDASI

image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/puff-image/public/pa-3619118_0.jpg?itok=OTxalwdg
Tapi, stadion pertama di Inggris yang dibangun dengan rencanan jangka panjang (untuk memenuhi standar di masa depan) dan menampung banyak penonton adalah stadion milik Manchester United, Old Trafford. Juga dirancang oleh Leitch, stadion dibuka pada tahun 1910.

Tidak banyak klub lain yang mengikuti langkah ini. Kebanyakan masih membangun di area yang sempit, dengan sedikit pengembangan di sini dan sedikit di sana, bukan sebuah proyek jangka panjang dan hanya direnovasi ketika dana ada.

Sebagai akibatnya, beberapa stadion yang memiliki kombinasi dari tribun, atap dan sudut yang indah, seperti Craven Cottage, Molineux dan St James 'Park.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/1913goodison.jpg?itok=stNn-i5P
1913: Raja dan Ratu Inggris menginspeksi pembangunan Goodison Park
1913: Raja dan Ratu Inggris menginspeksi pembangunan Goodison Park
Lainnya hampir tidak lebih dari sebuah stadion dengan desain mangkuk terbuka, lebih mementingkan kapasitas, bahan murah dan fasilitas minim (karena para penggemar terus berdatangan, jadi mengapa repot-repot melakukan pembangunan lebih?).
Saat membangun kembali Higbury pada 1930an, Arsenal mematahkan kebiasaan tersebut, mereka membangun dua tribun Art Deco yang sangat indah dengang arsitektur yang berkualitas dan khas. Dan di era tahun 1960an, klub-klub lain langsung mengikuti apa yang dilakukan oleh Highbury.
Lagi, Manchester United menjadi yang terdepan, mereka menambahkan kapasitas tribun United Road menjadi 10.000 kursi pada tahun 1965. Juga di bangun box eksekutif pertama di dalam sepak bola Inggris Raya, sebuah ide yang di dapat dari olah raga berkuda. Tujuan mereka adalah untuk menggantikan tiga tribun lainnya dengan desain yang sama, dan membuat stadion ini tersambung untuk menciptakan keseragaman di stadion modern.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/highbury_0.jpg?itok=fcGK0htp
Rencana utama: Highbury menyamakan tribun Barat dan Timur
Rencana utama: Highbury menyamakan tribun Barat dan Timur
Konservatif Atau Berpikiran Maju?
Tribun baru United juga memiliki atap kantilever. Untuk mengetahui seberapa kolotnya Inggris adalah selama abad 20 dibutuhkan waktu sampai 1958 untuk membangun sebuah atap kantilever di sebuah lapangan sepak bola, di kota baja Scunthorpe, diikuti oleh Sheffield Wednesday pada tahun 1961. Baru 40 atau 50 tahun kemudian atap model ini mulai muncul secara rutin di Perancis, Jerman dan Italia.
Tidak banyak klub lain yang mengikuti langkah ini. Kebanyakan masih membangun di area yang sempit, dengan sedikit pengembangan di sini dan sedikit di sana, bukan sebuah proyek jangka panjang dan hanya direnovasi ketika dana ada.
Keengganan sepak bola Inggris untuk berinvestasi dalam fasilitas level tinggi menimbulkan. Pertama ada bencana di Bolton pada tahun 1946 (33 orang meninggal), kemudian Ibrox pada tahun 1971 (66 korban jiwa), Bradford pada tahun 1985 (56 korban jiwa) dan Hillsborough pada tahun 1989 (96 korban jiwa). Selain itu ada banyak penonton yang cedera setiap pekannya yang jarang dilaporkan (dari 40 sampai 60 orang per pertandingan Liverpool sendiri).

Ketika Hakim Mulia Taylor menyelidiki bencana Hillsborough, ia mengatakan kepada pers bahwa niatnya tidak untuk mempersiapkan klub sepak bola Inggris untuk abad ke-21, tetapi untuk menyeret mereka ke abad 20.

Tidak semua orang setuju dengan rekomendasi utamanya untuk membangun stadion tanpa tribun untuk penonton berdiri. Tapi tidak ada bangsa sepak bola di dunia ini yang punya catatan keamanan buruk seperti Inggris.
image: http://images.cdn.fourfourtwo.com/sites/fourfourtwo.com/files/styles/inline-image/public/scunthorpecantilever.jpg?itok=BuJ6QKIa
Atap melengkung Scunny yang legendaris
Atap melengkung Scunny yang legendaris
Kebetulan mungkin jika anda bertanya, apa perbedaan antara 'lapangan' dan 'stadion'? Nah menurut saya sendiri, 'stadion' dirancang secara keseluruhan, dengan produk akhir yang lengkap - sedangkan 'lapangan' adalah tempat yang dikembangkan, sedikit demi sedikit, selama bertahun-tahun, tanpa rencana sama sekali .

Wembley adalah stadion asli. Anfield (dan Villa Park, dan banyak stadion lainnya) hanyalah lapangan ...

Dalam pembangunan kembali Highbury selama tahun 1930 Arsenal memecahkan tradisi itu, membangun dua tribun Art Deco dengan kualitas arsitektur asli. Tapi baru memasuki tahun 1960-an klub lain mau mengikuti langkah Arsenal.

Sekali lagi Manchester United berada di depan, dengan menciptakan kapasitas 10 ribu tempat duduk di tribun Unjited Roa Stand pada 1965. Ini merupakan tribun eksekutif pertama di Inggris, idenya meminjam dari stadion balap kuda. Tujuannya adalah untuk menggantikan tiga tribun lainnya dengan desain yang sama, menghubungkan mereka dengan membuat stadion modern yang seragam.
Simon Inglis adalah editor Played in Britain (www.playedinbritain.co.uk DENGAN LINK) dan telah menulis sejumlah buku tentang arsitektur sepak bola, termasuk The Football Grounds of Britain dan The Football Grounds of Europe.

SUMBER:fourfourtwo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar